Tampilkan postingan dengan label Info Ga Penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Ga Penting. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Oktober 2015

Antara Kau, Aku, Anak-anakku, dan Keripik Jagung Melempem

Setelah sekian lama jauh dari hiruk pikuk dunia persepakbolaan, sekarang saatnya saya nge blog lagih. Hampir 255 tahun blog sayah ga di apdet. Sibuk mengukir nama di sebuah batu yang terbuat dari marsmelow (nulis nya gimana sih?)

Terakhir sayah ngepost tentang pelayanan publik yang mulai membaik. Dari bayar pajak kendaraan, bayar retribusi pemakaman, sampai bayar PBB. Ga ada lagi yang dipersulit (sebenernya masih ada sih instansi yang berparadigma lama), semua berjalan ideal (lagi-lagi masih PHP). Tapi sekarang posisi sayah adalah sebagai subyek. Beberapa bulan lalu posisi saya berubah dari obyek jadi subyek.

Karena perubahan dari obyek jadi subyek, banyak hal yang berubah.

Berubah!!!!! (sumber: www.alasaya.com)
Yang paling dahsyat adalah tim saya yang nambah personil.
Anggota tim 2015 (sumber: dok pribadi)
Nambah personel berarti nambah kebahagiaan. Serius!!!! Terlebih, personel yang diinginkan adalah yang bener-bener diharapkan. Si bungsu adalah perempuan.....horeeeeee...lengkap udah hidup sayah.

Di sisi lain, sayah juga menjadi personel baru sebuah instansi pemerintah di luar kota yang sayah cintai banget. Termasuk penduduknya terutama Jatayu 53/72 sama CGR E-XX. Nah...ini dia yang sempet bikin galau tingkat ASEAN. Ga bisa melihat perkembangan real dari tim sayah ini tiap hari. Paling via suara. Tapi life must go on dong. This is challange to be better person kan. Semangat tim Bandung, family team.

Proffesional tim sayah yang baru yang di kota tetangga reputasinya so so lah. Waktu mau gabung sama tim ini, ada pesan dari ex boss. Tetap istiqomah, karena godaan di sana jauh lebih gede untuk menjauhkan diri dari barokah. Thanks boss, sayah Insya Allah tetap ingat dan istiqomah. Harapan sayah tuh pengen ngebawa tim baru ini jadi instansi yang dihormati, ga dilecehkan masyarakat karena ulah oknum-oknum.

After work activity

Pulang kerja masih disambut hangat nya matahari (hangaaaaaat banget!!! sampe keringetan terus). Biasanya pulang kerja, yang cengar cengir tuh bulan sama bintang. Itu juga kalo ga mendung. Apa yang sayah lakukan??? Tidur sampe magrib. Udah, gitu doang. Teu rame pisan lah. Mana ga ada makanan yang enaknya superb pula. Tapi ya sayah mah enjoy ajah lah, kadang ngemil ajah keripik jagung. 3 hari kadang baru abis. Kadang udah melempem juga sayah sikat weh. Abisnya naon deui atuh????

Ga rame yah....

Selasa, 01 April 2014

Pelaporan SPT yang Jadi Lebih Gampang

Tiap tahun, saya sebagai kuli harus melaporkan SPT saya ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat. Kalo nggak melapor, maka akan datang sebuah angkot dengan jurusan yang tidak jelas menabrak anak ayam di sekitar anda hahahahahahaha. (sinetron mode : ON) Kalo yang masalah angkot mah ga usah dianggap lah yach....

Intinya, tiap tahun kita akan dibuat resah gelisah karena diwajibkan menyampaikan SPT  tahunan kita. Kenapa harus resah gelisah???? Karena dalam benak kita pasti terbayangkan antrian yang akan menyaingi antrian tiket kereta ekonomi menjelang lebaran (lebay bgt ya...) untuk proses pelaporannya.

Suasana KPP Cibeunying Bandung (Jl Purnawarman Bandung)

Dan memang, ternyata antrian cukup panjang, sampai-sampai pihak KPP menyediakan tenda di halaman utama mereka untuk menerima laporan SPT para wajib pajak. Saya sempat nyoba ngelaporin SPT sendiri. Begitu datang, saya ambil nomer antrian ke bapak bapak kumisan tapi sangat ramah. Hanya saja nomor antriannya yang tidak ramah. Saya dapat nomor 462, sedangkan yang tertera di display "baru" nomor 200 an. Bisa-bisa saya makan 3 kali kalo nunggu nomor antrian 462.

Naluri saya sebagai lelaki pun mulai berjalan cyiiinnn.... Saya teringat saran seorang teman untuk melaporkan SPT secara online. Cuma, saya harus punya  e-FIN (Electronic Filling Indentification Number). e-FIN bisa diminta di KPP terdekat dari rumah anda. Akhirnya saya meluncur ke tempat permohonan e-FIN.

Lokasi pelaporan SPT sekalian permohonan e-FIN
Saya masuk lobby KPP dan bertanya pada sesosok manusia tinggi besar tegap berkulit gelap dan berkumis (kumisnya sama dengan petugas nomor antrian) dengan pakaian bertuliskan SECURITY. Beliau menjelaskan cara permohonan e-FIN secara detail, yaitu:

1. Mengisi formulir permohonan e-FIN.
2. Menyerahkan fotokopi KTP dan NPWP secara ikhlas dan sukarela.
3. Sudah kok, cuma dua ajah.

Saya serahkan kedua syarat yang sudah ditentukan. Dalam 5 menit sajah, saya sudah dapat e-FIN. Saya keluar ruangan dan melihat nomor antrian sudah maju sampai nomor 220an. Langsung saja saya pulang ke rumah untuk melaporkan SPT secara online.

Caranya mengisi laporan online adalah:
1. buka website pajak.go.id
2. register/daftar (jika dan hanya jika belum terdaftar). Ikuti saja perintahnya, jangan banyak cing cong.
klik e-Register
3. login akun anda. Ikuti saja perintahnya ya.
klik e-Filling
4. setelah selesai, refresh email aktif anda untuk mendapatkan tanda terima elektronik sebagai bukti anda telah melaporkan SPT tahunan anda,
Contoh bukti pelaporan SPT secara online

Sangat mudah sodara sodara. Waktu yang dibutuhkan untuk melaporkan SPT anda secara online hanya 5 menit (tergantung koneksi internet anda). Satu lagi kelebihan pelaporan secara online adalah kita bisa melaporkan SPT tiap tahunnya dengan e-FIN yang itu-itu saja. Jadi ga perlu lagi kita pergi ke kantor pajak dan ngantri seperti ngantri tiket kereta saat mau mudik (meskipun sekarang mudik pake kereta udah ga perlu antri lagi. Nanti akan dibahas di blog ga penting ini -kalo inget-).

Sebenarnya ada cara lain yang manual tapi sama-sama gampang dalam pelaporan SPT, yaitu:
1. Nyuruh OB
2. Nitip teman dengan imbalan tertentu. (itung2 ngasih rejeki lebih buat teman)

Dan satu lagi, semoga pajak kita dipake buat hal hal yang bermanfaat buat kepentingan umum. Ga dipake buat kepentingan pribadi.

bdg01042014